Kemarahan termasuk dosa pokok

Pada suatu hari seorang petani dari Afrika Selatan pulang dari ladingnya sambil membawa kampak. Sewaktu memasuki halaman rumahnya disambut anjing kesayangannya yang cukup besar, mulutnya berglepotan darah. Petani itu cemas jangan-jangan terjadi sesuatu. Masuk dalam rumahnya terkejut melihat tempat tidur anaknya (ayunan untuk bayu) miring dan tangan anak itu berdarah. Tidak piker panjang kampak tadi diayunkan pada kepala anjing itu dan matilah seketika.

Ternyata anaknya tidur pulas dan dibawah ayunan itu ada seekor ular sanca yang sudah hancur kepalanya. Petani itu berfikir dan menyimpulkan bahwa ular itu akan memakan anaknya dan dibunuh oleh anjingnya, ternyata darah pada tangan itu bekas dijilati anjing kesayangannya, si anak tidak ada luka sedikitpun.

Disinilah kemarahan yang membabi buta, tidak dipikir dulu, semuanya sudah terjadi…………..

Marilah dalam masa puasa ini kita kendalikan kemarahan-kemarahan kita. Kemarahan adalah bibit kebencian dan pembunuhan (Mat 5:22) lebih dari itu kita diajak untuk belajar sabar, lemah lembut dan rendah hati, dan siap mengampuni mereka yang menjengkelkan hati kita.

Marilah kita tingkatkan niat baik kita supaya dapat menyambut Kebangkitan Tuhan Yesus dengan suka cita lahir dan batin.

 

Tuhan memberkati.

Yohanes de Britto Soekardjono

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *