Mengembangkan Kebersyukuran

Ketika kendaraan Anda mogok dan terpaksa harus berjalan kaki beberapa kilometer mencari bantuan, bersyukurlah, sebab banyak orang lumpuh yang ingin berjalan seperti Anda. Ketika listrik padam dan Anda harus menyalakan lilin atau lampu minyak, bersyukurlah karena orang buta mengalami “kegelapan” total seumur hidup. Ketika Anda merasa terganggu dengan berbagai bunyi di sekitar, bersyukurlah karena orang tuli tidak pernah bisa mendengar apapun. Kalau pasangan Anda mendengkur bagai knalpot rusak dan Anda tidak bisa tidur, bersyukurlah karena dia masih berada di sisi Anda, bukan tidur dengan orang lain. Oleh karena itu, dalam segala hal bersyukurlah, bersyukur, bersyukur (Pastor Kasmir, SMM).

Saya yakin bahwa hampir semua dari kita pernah merasakan bahwa kita adalah orang yang tidak beruntung. Kita merasa nasib baik sedang tidak berpihak kepada kita, menjadi putus asa, dan terombang-ambing.

Pernahkah Anda berkata dalam hati Anda, “Saya sudah bekerja keras tetapi mengapa kehidupan saya seperti ini?” Setiap orang memiliki situasi dan keadaan yang berbeda. Sering kali kita temui orang-orang yang mengalami kesedihan mendalam dalam kehidupan mereka. Mengeluh memang sangat mudah dan sering kali kita lakukan tanpa kita sadari. Mengeluh tidak akan membuat keadaan kita lebih baik, bahkan terkadang jikalau kita terlalu sering mengeluh justru akan membuat keadaan menjadi lebih sulit. Alih-alih kita mengeluh akan keadaan kita, ada baiknya kita mencoba untuk memiliki sikap bersyukur. Sikap bersyukur akan membuat hidup kita lebih menyenangkan dan damai. Banyak alasan bagi kita untuk terus bersyukur terlepas apapun keadaan kita. Di bawah ini adalah cara-cara supaya kita menjadi lebih bersyukur:

  1. Jangan selalu melihat keatas

Keberuntungan seseorang berbeda-beda, belum tentu orang yang bekerja lebih keras akan menjadi lebih kaya. Jika kita terlalu sering melihat “ke atas” atau melihat kepada orang lain yang lebih beruntung dari kita, maka kita tidak akan pernah puas dengan apa yang kita miliki dan kita raih. Lama-kelamaan akan timbul rasa iri dalam diri kita. Janganlah iri melihat kesuksesan dan keberuntungan orang lain karena itu akan mengurangi rasa syukur Anda.

2. Sering melihat ke bawah

Masih banyak orang lain yang tidak seberuntung kita. Tanpa kita sadari mungkin banyak orang lain yang iri dengan kehidupan kita. Jika kita sering melihat orang lain yang kurang beruntung, kita akan menjadi lebih bersyukur karena kita memiliki sesuatu yang lebih dari mereka. Jika Anda mengeluh karena AC mobil Anda panas, berpikirlah tentang mereka yang tidak memiliki mobil dan harus berpanas-panasan dengan mengendarai motor atau bahkan sepeda. Jika Anda mengeluh karena rumah Anda kecil dan sesak, berpikirlah tentang mereka yang tinggal di pinggir jalan. Jika Anda dapat membandingkan kehidupan Anda dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dari Anda, maka Anda akan mudah bersyukur dengan keadaan Anda walaupun mungkin itu sulit bagi Anda. Jangan lupa berdoalah bagi mereka yang tidak seberuntung kita.

3. Melihat kebaikan orang lain

Jika Anda kecewa dengan keadaan Anda, cobalah untuk melihat kebaikan-kebaikan yang Anda terima dari orang lain. Setiap hari kita bergaul dengan keluarga, saudara, teman-teman, guru-guru, teman sekerja, dan lain-lain. Setiap orang berbeda-beda, ada yang memiliki sifat yang baik ada juga yang menjengkelkan. Jangan memikirkan orang-orang yang menjengkelkan Anda karena itu akan membuat Anda mengeluh dan membuang energi positif dalam hidup Anda. Pikirkanlah orang-orang yang telah berbuat baik kepada Anda. Mungkin ada orang yang membantu Anda ketika Anda membutuhkan makanan, atau ada juga orang lain yang memberikan penghiburan ketika Anda bersedih. Jika Anda mengingat kebaikan-kebaikan mereka, Anda akan merasa lebih bersyukur karena telah memiliki mereka dalam kehidupan Anda.

4. Menghitung berkat

Tulislah dalam buku harian Anda berkat-berkat yang Anda terima. Dari hal yang paling kecil sekalipun seperti sinar matahari yang bersinar di pagi hari.Oksigen yang Anda terima gratis setiap saat. Kadang-kadang kita melupakan berkat-berkat kecil yang diberikan Tuhan kepada kita. Ketika kita tidak memiliki cukup uang, kita merasa bahwa kita satu-satunya orang yang sangat tidak beruntung dan membawa kita pada keluhan-keluhan seperti, “Saya sudah bekerja keras, tetapi saya masih tidak bisa mencukupi kebutuhan saya dan keluarga saya.” Anda mungkin lupa bahwa Anda masih diberi kesehatan, masih diberi anak-anak yang lucu, masih diberi kesehatan, masih diberi tempat untuk berlindung.

5. Mengucapkan terimakasih

Mengucapkan terima kasih atas semua berkat yang Anda terima merupakan ungkapan rasa syukur kita.

Ada satu hal yang dapat kita lakukan untuk membuat kehidupan menjadi lebih menyenangkan, lebih menggembirakan, bahkan mulia. Kita bisa bersyukur!” Ajari anak Anda sedari kecil untuk mengucapkan terima kasih atas semua yang mereka terima, ajaklah mereka berdoa bersama untuk mengucap syukur.

Seorang filsuf, Dieter F. Uchtdorf, merangkumnya dengan tepat, “Setiap orang memiliki situasi yang berbeda, dan detail setiap kehidupan adalah unik. Walaupun demikian, saya telah belajar bahwa ada sesuatu yang akan membebaskan kita dari kesedihan. Ada satu hal yang dapat kita lakukan untuk membuat kehidupan menjadi lebih menyenangkan, lebih menggembirakan, bahkan mulia. Kita bisa bersyukur!”

Setelah membaca kutipan di atas, marilah kita membiasakan diri kita untuk bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan apapun. Kesedihan dan kesengsaraan kita hanya sementara, dan semua itu pasti akan berlalu. Buatlah hidup Anda menjadi lebih menyenangkan dan menggembirakan dengan rasa syukur yang Anda ungkapkan setiap hari kepada Tuhan.

 

Sie Pembinaan Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *